Ditulis oleh Fajar Webarq. Diperbarui 26 Oktober 2026.
Ringkasan
- Usia 7 tahun pada 1 Juli diprioritaskan, usia minimal 6 tahun pada 1 Juli boleh mendaftar, dan anak minimal 5 tahun 6 bulan bisa diterima dengan syarat khusus serta rekomendasi tertulis psikolog (Permendikdasmen 3/2025 Pasal 11).
- Untuk tahun ajaran 2027/2028, patokannya 1 Juli 2027: anak yang lahir paling lambat 1 Juli 2020 sudah 7 tahun, paling lambat 1 Juli 2021 sudah 6 tahun, dan paling lambat 1 Januari 2022 sudah 5 tahun 6 bulan.
- Tidak ada tes calistung, usia dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir, dan aturan madrasah ibtidaiyah (MI) berbeda.
Anak boleh mendaftar kelas 1 SD bila sudah berusia 6 tahun pada 1 Juli tahun masuk, dan anak berusia 7 tahun diprioritaskan. Ketentuan ini berasal dari Permendikdasmen 3/2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), yang per 26 Oktober 2026 belum diubah. Artikel ini menjelaskan aturannya, menghitung contoh usia untuk pendaftaran 2027, lalu membahas pengecualian, dokumen, dan perbedaan aturan di MI.
Syarat Masuk SD Umur Berapa?
Menurut Permendikdasmen 3/2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru Pasal 11, syarat usia kelas 1 SD adalah 7 tahun pada 1 Juli tahun berjalan. Anak yang minimal berusia 6 tahun pada tanggal itu tetap boleh mendaftar, dan anak 7 tahun ke atas diprioritaskan. Batas 6 tahun bisa diturunkan menjadi 5 tahun 6 bulan dengan syarat khusus.
| Usia pada 1 Juli | Status | Dasar |
|---|---|---|
| 7 tahun ke atas | Memenuhi syarat dan diprioritaskan | Pasal 11 ayat 1 dan 4 |
| 6 tahun sampai di bawah 7 tahun | Boleh mendaftar | Pasal 11 ayat 2 |
| 5 tahun 6 bulan sampai di bawah 6 tahun | Hanya lewat pengecualian, dengan rekomendasi tertulis | Pasal 11 ayat 3, 6, dan 7 |
| Di bawah 5 tahun 6 bulan | Belum memenuhi syarat kelas 1 SD | Pasal 11 |
Pasal 11 tidak mencantumkan batas usia maksimal untuk kelas 1 SD, berbeda dengan SMP (paling tinggi 15 tahun) dan SMA/SMK (21 tahun). Pasal 4 menyebut SD sebagai satuan pendidikan yang melaksanakan SPMB tanpa membedakan negeri dan swasta. Bila SD swasta incaran menerapkan syarat usia berbeda, tanyakan dasar aturannya.
Contoh Perhitungan Usia per 1 Juli 2027
Untuk tahun ajaran 2027/2028, usia dihitung pada 1 Juli 2027. Cara termudah adalah melihat tanggal lahir: anak yang lahir paling lambat 1 Juli 2020 sudah 7 tahun, paling lambat 1 Juli 2021 sudah 6 tahun, dan paling lambat 1 Januari 2022 sudah 5 tahun 6 bulan.
| Tanggal lahir | Usia per 1 Juli 2027 | Status di SD |
|---|---|---|
| 15 Maret 2020 | 7 tahun 3 bulan 16 hari | Memenuhi syarat, diprioritaskan |
| 1 Juli 2020 | 7 tahun tepat | Memenuhi syarat, diprioritaskan |
| 2 Juli 2020 | 6 tahun 11 bulan 29 hari | Boleh mendaftar, belum masuk kelompok 7 tahun |
| 10 Oktober 2020 | 6 tahun 8 bulan 21 hari | Boleh mendaftar |
| 1 Juli 2021 | 6 tahun tepat | Boleh mendaftar (batas minimal) |
| 2 Juli 2021 | 5 tahun 11 bulan 29 hari | Hanya lewat pengecualian |
| 15 Desember 2021 | 5 tahun 6 bulan 16 hari | Hanya lewat pengecualian |
| 1 Januari 2022 | 5 tahun 6 bulan tepat | Hanya lewat pengecualian (batas paling muda) |
| 2 Januari 2022 | 5 tahun 5 bulan 29 hari | Belum memenuhi syarat tahun ini |
| 20 Maret 2022 | 5 tahun 3 bulan 11 hari | Belum memenuhi syarat; pada 1 Juli 2028 berusia 6 tahun 3 bulan 11 hari |
Kami menghitung tabel ini dengan dua metode berbeda dan hasilnya sama. Perhatikan contoh 1 dan 2 Juli 2020: selisih satu hari menentukan apakah anak masuk kelompok 7 tahun. Bila hitungan sistem pendaftaran daerah berbeda dengan hitungan Anda, tanyakan langsung ke panitia.
Pengecualian 5 Tahun 6 Bulan: Syarat dan Buktinya
Anak berusia 5 tahun 6 bulan sampai di bawah 6 tahun pada 1 Juli bisa diterima di kelas 1 SD bila memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa serta kesiapan psikis. Kondisi ini harus dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional (Pasal 11 ayat 3 dan 6).
- Dua syarat sekaligus. Aturan menyebut kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis. Kemampuan membaca saja tidak cukup.
- Bila psikolog tidak tersedia, rekomendasi dapat diberikan dewan guru di sekolah yang bersangkutan (Pasal 11 ayat 7).
- Format surat tidak dirinci dalam peraturan menteri. Tanyakan ketentuannya ke sekolah tujuan atau dinas pendidikan setempat.
Di SD negeri yang pendaftar jalur domisilinya melebihi kuota, penerimaan diurutkan menurut usia, baru kemudian jarak rumah ke sekolah (Pasal 43 ayat 1). Artinya, anak termuda paling mungkin tersisih meskipun memenuhi syarat. Pertimbangkan juga kesiapan anak secara menyeluruh, bukan hanya peluang diterima.
Anak Umur 6 Tahun: Boleh Daftar, tetapi Perhatikan Prioritas
Anak umur 6 tahun pada 1 Juli boleh mendaftar SD tanpa surat rekomendasi. Namun, anak 7 tahun ke atas diprioritaskan. Di SD negeri yang pendaftar jalur domisilinya melebihi kuota, urutan penerimaan ditentukan oleh usia lebih dulu, baru jarak rumah ke sekolah.
Bila anak Anda baru berusia 6 tahun lebih sedikit, siapkan pilihan cadangan, misalnya SD lain di wilayah domisili atau SD swasta. Selain jalur domisili, SD negeri membuka jalur afirmasi untuk keluarga tidak mampu dan penyandang disabilitas, serta jalur mutasi untuk anak yang orang tuanya pindah tugas dan anak guru. Jalur prestasi tidak berlaku untuk SD (Pasal 7).
Usia hanyalah satu sisi. Kemandirian, kemampuan mengikuti aturan, dan kesiapan emosi juga menentukan kenyamanan anak di kelas 1. Kriteria lainnya dibahas di cara memilih sekolah SD untuk anak.
Aturan Usia di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Berbeda
Madrasah ibtidaiyah mengikuti petunjuk teknis Kemenag, bukan Permendikdasmen 3/2025. Untuk tahun ajaran 2026/2027, acuannya adalah Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 10041 Tahun 2025 tentang juknis penerimaan murid baru madrasah. Perbedaan utamanya ada pada aturan untuk anak yang belum berusia 6 tahun.
| Aspek | SD | MI (juknis 2026/2027) |
|---|---|---|
| Usia 7 tahun | Diprioritaskan | Wajib diterima sesuai daya tampung |
| Usia 6 tahun per 1 Juli | Boleh mendaftar | Dapat diterima sesuai daya tampung |
| Di bawah 6 tahun | Minimal 5 tahun 6 bulan; kecerdasan/bakat istimewa dan kesiapan psikis | Tanpa batas bawah tertulis; kecerdasan/bakat istimewa atau kesiapan belajar |
| Pemberi rekomendasi | Psikolog profesional; bila tidak tersedia, dewan guru | Psikolog profesional; bila tidak tersedia, guru madrasah/sekolah |
| Tes masuk | Tidak boleh tes calistung atau tes lain | Tidak boleh tes akademik atau calistung; bila pendaftar melebihi daya tampung, madrasah boleh menyeleksi kesiapan belajar |
Per 26 Oktober 2026, kami belum menemukan juknis penerimaan murid baru madrasah untuk tahun ajaran 2027/2028. Tanyakan ke madrasah tujuan atau kantor Kemenag kabupaten/kota menjelang pendaftaran. Perbedaan lain antara SD dan MI dibahas di perbedaan SD negeri, swasta, SDIT, MI, dan SPK.
Dokumen untuk Membuktikan Usia
Usia calon murid SD dibuktikan dengan akta kelahiran. Bila akta belum ada, gunakan surat keterangan lahir dari pihak berwenang yang dilegalisasi lurah, kepala desa, atau pejabat setempat lain sesuai domisili (Permendikdasmen 3/2025 Pasal 14 ayat 1). Ijazah TK tidak termasuk syarat masuk SD.
Siapkan dokumen berikut sesuai kebutuhan:
- Akta kelahiran, atau surat keterangan lahir yang sudah dilegalisasi.
- Kartu Keluarga yang terbit paling singkat satu tahun sebelum tanggal pendaftaran, bila mendaftar lewat jalur domisili (Pasal 17).
- Rekomendasi tertulis psikolog atau dewan guru, bila memakai pengecualian 5 tahun 6 bulan.
- Dokumen jalur afirmasi atau mutasi sesuai petunjuk teknis daerah.
Pasal 15 mengecualikan persyaratan usia bagi calon murid penyandang disabilitas, calon murid di sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus atau pendidikan layanan khusus, dan sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Tidak Ada Tes Calistung untuk Masuk SD
Calon murid kelas 1 SD tidak dipersyaratkan mengikuti tes membaca, menulis, berhitung, atau bentuk tes lain (Permendikdasmen 3/2025 Pasal 11 ayat 5). Kemampuan calistung memang membantu anak beradaptasi, tetapi tidak boleh menjadi penentu diterima atau tidak. Hal yang sama berlaku di MI menurut juknis Kemenag.
Bila sebuah SD mengadakan observasi atau tes saat pendaftaran, tanyakan tujuannya dan apakah hasilnya memengaruhi penerimaan.
Yang Masih Bisa Berubah untuk SPMB 2027/2028
Aturan usia di Permendikdasmen 3/2025 berlaku sampai ada perubahan, dan per 26 Oktober 2026 JDIH BPK belum mencatat perubahan atau pencabutannya. Rincian teknis seperti jadwal, sistem pendaftaran, dan dokumen tambahan ditetapkan pemerintah daerah dalam petunjuk teknis yang terbit menjelang pendaftaran.
- Pemerintah daerah menetapkan petunjuk teknis paling lambat dua bulan sebelum pengumuman pendaftaran (Pasal 33).
- Pengumuman pendaftaran paling lambat minggu pertama Mei dan wajib memuat persyaratan, jadwal, jalur, daya tampung, serta ketentuan bahwa pendaftaran tidak dipungut biaya (Pasal 38).
- Pantau situs dinas pendidikan kabupaten/kota Anda mulai awal 2027.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Anak umur 6 tahun 3 bulan bisa masuk SD negeri?
Bisa mendaftar, karena sudah berusia minimal 6 tahun pada 1 Juli. Namun, bila pendaftar jalur domisili melebihi kuota, anak yang lebih tua diprioritaskan.
Apakah anak umur 5 tahun bisa masuk SD?
Hanya bila sudah minimal 5 tahun 6 bulan pada 1 Juli, memiliki kecerdasan atau bakat istimewa dan kesiapan psikis, serta membawa rekomendasi tertulis psikolog. Anak yang baru 5 tahun belum memenuhi syarat SD. Aturan MI berbeda.
Apa syarat masuk SD negeri 2026/2027, dan apakah sama untuk 2027/2028?
SPMB 2026/2027 memakai Permendikdasmen 3/2025: syarat usia, akta kelahiran, Kartu Keluarga untuk jalur domisili, dan tanpa tes calistung. Aturan ini masih berlaku per Oktober 2026, sedangkan rincian teknis 2027 menunggu petunjuk teknis daerah.
Apakah ada batas usia maksimal masuk SD?
Pasal 11 Permendikdasmen 3/2025 tidak mencantumkan batas usia maksimal untuk kelas 1 SD. Batas maksimal baru ada untuk SMP (15 tahun) dan SMA/SMK (21 tahun).
Apakah masuk SD perlu ijazah TK?
Tidak. Untuk SD, yang dibuktikan adalah usia, dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir. Ijazah atau surat keterangan lulus baru menjadi syarat untuk SMP dan SMA/SMK.
Langkah Berikutnya
Setelah memastikan usia anak memenuhi syarat, mulai bandingkan sekolah dengan checklist cara memilih sekolah SD, lalu pelajari perbedaan SD negeri, swasta, SDIT, MI, dan SPK. Panduan lainnya ada di kumpulan panduan pendaftaran sekolah.


